TAHSIN QIRAAH SURAT ALI IMRAN AYAT
120
Oleh:
Ibadurrahman, S.H.I
بسم الله الرحمن الرحيم
إنْ تَم
Nun mati berjumpa dengan Ta’
hukum bacaannya disebut ikhfa haqiqi dibaca berdengung
سَسْكم
Sin mati bersifat Hams dibaca
berdesis
كمْ حَــــ
Mim mati berjumpa Ha’ hukum
bacaannya disebut Idzhar Syafawi dibaca jelas tidak berdengung
حسنةٌ تَــــ
Tanwin berjumpa dengan huruf Ta’
hukum bacaannya disebut Ikhfa Haqiqi dibaca berdengung
وإنْ تَصــ
Nun Mati berjumpa dengan huruf
Ta’ hukum bacaannya disebut Ikhfa Haqiqi dibaca berdengung
تصِبْكم
Ba’ Mati hukum bacaannya disebut
Qolqolah Sughra, dibaca memantul
كمْ سَيئة
Mim mati berjumpa huruf Sin,
hukum bacaannya disebut Idzhar Syafawi, mim nya dibaca jelas
سيئةٌ يَّفر
Tanwin
berjumpa dengan huruf Ya’, hukum bacaannya disebut Idgham Bighunnah, dibaca
berdengung
يفْرحُوْا بهَا
Fa’ mati bersifat Hams, dibaca
dengan berdesis
Baris depan (Dhammah) berjumpa
dengan waw mati hukum bacaannya disebut mad ashli dibaca panjang 2 harakat
Baris atas (Fathah) berjumpa alif
hukum bacaannya disebut mad ashli dibaca panjang 2 harakat
صلى
Tanda wakaf Jaiz Washal Aula, bacaan
boleh berhenti juga boleh lanjut, tapi dilanjut lebih utama
وإنْ تَصْ
Nun Mati berjumpa dengan huruf
Ta’ hukum bacaannya disebut Ikhfa Haqiqi dibaca berdengung
تصْبرُوْا وتتقُوْا لَا
Huruf Shad Mati bersifat Hams,
dibaca berdesis
Baris depan (Dhammah) berjumpa
dengan waw mati hukum bacaannya disebut mad ashli dibaca panjang 2 harakat
Baris atas (Fathah) berjumpa alif
hukum bacaannya disebut mad ashli dibaca panjang 2 harakat
لا يضركمْ كَيْدهم شَــ
Mim mati berjumpa huruf Kaf dan
huruf Syin, hukum bacaannya disebut Idzhar Syafawi, mim nya dibaca jelas
شيئًا
Tanwin Fathah (Fathatain) jika diwakafkan hukum bacaannya
disebut dengan Mad Iwadh, dibaca dengan menghilangkan satu barisnya menjadi
seperti mad Ashli dengan panjang 2 harakat.
قلى
Tanda wakaf Jaiz Waqf Aula, bacaan
boleh berhenti juga boleh lanjut, tapi berhenti lebih utama
إنّ
Nun Bertasydid hukum bacaannya disebut Ghunnah, dibaca berdengung
2 harakat
الله
Lafdzu Jalalah/ Lam jalalah dibaca tebal karena didahului
baris atas (Fathah)
بمَا يعملُوْن
Baris atas (Fathah) berjumpa alif
hukum bacaannya disebut mad ashli dibaca panjang 2 harakat
Baris depan (Dhammah) berjumpa
dengan waw mati hukum bacaannya disebut mad ashli dibaca panjang 2 harakat
محِيْط
Mad Ashli berjumpa dengan salah satu huruf hijaiyyah yang
dimatikan karena wakaf itu disebut mad Aridh Lissukun, panjangnya boleh 2, 4
atau 6 Harakat.
Huruf Tha’ yang disukunkan karena wakaf hukum bacaaannya
disebut Qolqolah Kubro, dibaca memantul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar